Website VS Marketplace: Pilihan atau Sinergi?

Situs Rumahweb Website VS Marketplace Pilihan atau Sinerg

Website VS Marketplace: Pilihan atau Sinergi?

Website VS Marketplace: Pilihan atau Sinergi? – Hallo sobat techno berjumpa lagi dengan ane. Btw, gimana kabar kalian yang sedang Work From Home? Tetap produktif yo gaes, walaupun dunia sedang dilanda pandemic covid19. Akhirnya ane kembali lagi di dunia perwebsite’an wkwk. Kali ini ada sesuatu hal yang memaksa ane tampil unjuk gigi lagi sebagai reviewer dunia maya. Sesi ini ane mau bahas seputar website dan perkembangan bisnis di era industri 4.0. Penasaran kan lu semua? Ok, kita pelan-pelan dalam pembahasan.

Website VS Marketplace: Pilihan atau Sinergi? – Dari kalian tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah website dan marketplace. Nah kebetulan nih, Rumahweb meminta kami untuk mereview lebih dalam lagi. Manakah yang lebih efektif dan efisien? Oke, sebelum kita ketopik pembahasan. Orang itu ada dua tipe sob! Tipe pertama orang cenderung memilih diantara dua media tersebut sebagai platform bisnisnya. Tipe kedua kebalikannya yaitu menggunakan sekaligus dua media tersebut sebagai sinergitas platform bisnisnya.

Menentukan Pilihan: Website atau Marketplace

Website VS Marketplace: Platform Pilihan!Banyak orang sebagai tipe pertama yaitu memilih antara kedua platform tersebut. Namun konteks memilih disini bukan menentukan perbandingan. Mana yang lebih efektif dan mana yang efisien. Melainkan menentukan mana yang lebih tepat digunakan pada rule bisnisnya masing-masing. Orang pada tipe ini cenderung bersifat analisis. Karena menentukan media yang tepat akan berpengaruh pada proses dan hasil yang didapat. Tentunya dalam aset digital terdapat dua pilihan. Website atau Marketplace?

Website VS Marketplace: Platform Pilihan!Orang yang memilih website sebagai platform bisnisnya. Mereka adalah pemilik bisnis dengan produk sebuah jasa atau barang. Namun yang memungkinkan konsumen mencari di internet (Search Engine Google). Orang yang memilih marketplace sebagai platform bisnisnya. Mereka adalah pemilik bisnis dengan produk barang jadi (bisa diperjual belikan). Karena konsumen pada bisnis ini cenderung mencari produknya di internet langsung menuju platformnya (Marketplace/E-Commerce).

Kolaborasi Platform: Website dan Marketplace

Website VS Marketplace: Platform Sinergi!Nah, tidak sedikit juga orang dengan tipe kedua. Yang menjadikan website dan marketplace sebagai media pendukung satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini bisnis dioptimalkan dengan menggunakan banyak chanel untuk penunjang. Namun harus relevan juga. Mana bisnis yang bisa menggunakan banyak chanel. Dan mana bisnis yang memerlukan pemilihan khusus untuk media online nya. Perpaduan khusus merupakan strategi apik untuk memlebarkan sayap promosi online.

Website VS Marketplace: Platform Sinergi!Nah dalam sinergi ini  kita dapat mengambil dua keuntungan. Kelebihan dalam penggunaan website dan kelebihan dalam penggunaan marketplace. Kelemahan dan kekurangan saling menutupi satu dengan yang lainnya. Sebagai catatan penting, walaupun sinergi kedua platform tersebut baik. Namun kita juga tidak asal memilih keduanya. Hanya bisnis-bisnis tertentu yang dapat menggunakan dua media tersebut secara kesinambungan.

Kekurangan dan Kelebihan Media Marketplace

Beberapa Kelebihan Marketplace:

Untuk Memulai Lebih Mudah

Kenapa bisa lebih mudah? karena di marketplace sendiri tidak memerlukan keterampilan khusus. Kamu cukup memaintenance akun marketplace saja dan memantau penjualan yang ada. Fitur-fitur di marketplace sendiri juga sangan user frendly, artinya fitur dan navigasi funggsi-fungsi (tombol, tampilan) cukup mudah dimengerti orang awam. Sudah saatnya jika anda ingin memulai menggunakan platform marketplace sangat tepat sekali.

Hanya Perlu Modal Minimal

Menggunakan marketplace menggunakan budget minimal. Bukan minimal lagi tapi gratiss tisss, hahaha... Kalian cukup daftarkan akun marketplace saja sudah bisa langsung berjualan. Untuk pertamakali berjualan di marketplace kalian sudah langsung bisa menjual produk pribadi. Namun tenang saja, kalau belum punya produk pribadi kalian bisa mencoba berjualan dengan dropship ataupun reseller. Karena semua sistem sudah disediakan oleh marketplace.

Sistem Bisnis Sudah Tersedia

Sistem bisnis sudah tersedia. Kalian tidak perlu repot-repot lagi mengatur rule bisnis, karena marketplace sudah menyediakan hal tersebut. Dengan proses reservasi lengkap akan membantu kalian untuk berjualan online. Proses transaksinya juga sudah tersedia tidak perlu repot-repot membuat program kalkulasi. Di marketplace sudah terintegrasi oleh beberapa gateway pembayaran serta terintegrasi dengan ongkir yang tersedia. Cukup mudah kan sob...

Segmen Pasar Sudah Terbentuk

Lingkup pasar sudah ada berdasarkan banyak kategori bisnis yang ada. Lagi pula berbagai elemen masyarakat dari semua kalangan semua memiliki daya konsumtif yang besar bagi produk di marketplace. Hal tersebut bisa menjadi acuan kenapa segmen konsumen di marketplace sudah ada dan sudah terbentuk. Platform marketplace pun tidak membatasi jenis produk yang dijual oleh produsen. Semua bisa dijual dan semua memiliki konsumennya sendiri. Bagaimana? Mau memulainya?

Tidak Perlu Strategi Marketing

Untuk yang baru atau pertama kali berjualan di marketplace memang tidak memerlukan strategi khusus marketing. Namun jika kalian ingin menambahkan hal tersebut pastinya lebih baik daripada yang tidak menggunakan strategi marketing sama sekali. Berbeda jika kalian menggunakan website, karena media tersebut membutuhkan strategi khusus seperti SEO dan SEM. Maka dari itu kamu harus benar-benar menganalisis Website VS Marketplace: Pilihan atau Sinergi?

Beberapa Kekurangan Marketplace:

Persaingan Tajam Kompetitor

Namun yang menjadi kekurangan marketplace adalah kompetisi yang tajam. Bagaimana tidak, untuk satu jenis produk saja kita memiliki puluhan kompetitor yang sama yang menjual produk tersebut. Entah itu barang pertama ataupun kompetitir dropship dan reseller. Inilah yang menjadikan kita berfikir dalam memilih platform. Website VS Marketplace: Pilihan atau Sinergi? Kita baru membayangkan ini di satu marketplace bagaimana kompetitor di marketplace lain (A, B, C, dll) Pasti saingan kita ratusan.

Margin Keuntungan Terbatas

Margin keuntungan sangat terbatas. Karena ada pembatasan dari sebuah sistem platform. Contohnya pada pembatasan limit penarikan dana hasil penjualan. Atau pembatasan stok pada katalog produk, misal kita hanya bisa menjual 1000 unit saja tidak bisa lebih. Jika ingin lebih kita harus menginputkan di lain waktu atau dengan menggunakan akun lain. Hal ini juga berbanding lurus dengan banyaknya kompetitor, maka dituntuk kita berbagi konsumen, sederhananya seperti itu mungkin.

Tidak Dapat Retargeting Pasar

Kita tidak bisa melakukan planning pada pemasaran kita. Karena di marketplace ini siapa saja semua kalangan bisa membeli. Jadi seolah-olah jika produk kita dikhususkan untuk remaja, namun kita tidak tau jika rata-rata pengunjung marketplace tersebut adalah usia dewasa dan anak-anak. Maka hal tersebut kurang efektif tentunya. Kita harus lebih bersabar untuk mendapatkan pengunjung dengan usia tertentu (remaja) atau dengan konsumen yang berada di wilayah tertentu.

Kurang Mendukung Branding

Kita hanya bisa menamai toko kita di marketplace dan sisanya dengan desain produk. Kita tidak bisa melakukan branding.  Jarang sekali orang berhasil melakukan branding di marketplace. Branding utama justru terbawa oleh pihak platform marketplace nya. Maka dari itulah tulisan kami tentang "Website VS Marketplace: Pilihan atau Sinergi?" sangatlah penting untuk benar-benar kalian pahami. Demi kemudahan kalian menentukan suatu platform yang benar-benar cocok untuk bisnis kalian.

Pasar Terbatas oleh Platform

Pasar sangat terbatas tentunya. Passtikalian menyadari, contoh kecil saja kebanyakan dari penjual di marketplace adalah penjual produk (barang) jarang yang berupa jasa atau layanan. Pasar untuk bisnis profesional service jarang kita dapatkan di marketplace. Bahkan hal ini sulit sekali dilakukan, caranya adalah mencari marketplace lain yang bisa memasang produk (jasa). Namun jika ada marketplace seperti itu apakah sudah besar (terkenal masyarakat luas) dalam artian bukan platform baru?.

Kekurangan dan Kelebihan Platform Website

Beberapa Kelebihan Website:

Memegang Kendali Penuh

Semua wewenang ada pada kalian. Berbeda dengan marketplace disana hanya bisa mengupload produk yang dijual saja. Namun jika kita memili website pribadi tentunya hak milik semua akses ada pada kita. Mulai dari upload konten, upload produk, branding website, maintenance system, perpanjang sewa hosting dan domain sampai akses pribadi ada pada kita. Itulah mengapa jika ada pertanyaan, antara Website VS Marketplace: Pilihan atau Sinergi? tentunya orang type ini lebih cenderung untuk memilih.

Margin Keuntungan Besar

Semua harga bisa kita monopoli dan manipulasi selagi dalam batas wajar untuk berbisnis pada sebuah produk. Hal ini sangat relevan jika website kita sudah terkenal dan memiliki brand awareness yang sangat besar. Tentunya kredibilitas usaha sangat tinggi, konsumen lebih mempercayakan jika produk memiliki alamat tempat tinggal. Contohnya toko (offline) atau website (online). Kelibihan juga ada jika keunikan produk akan menambah nilai jual pada produk di website. Jadi bagaimana sob?

Dapat Retargeting Pasar

Ini poin utama sebenarnya pada promosi atau pemasaran online pada website. Pemasaran menggunakan SEO cenderung menargetkan keyword yang banyak dicari oleh konsumen. Sedangkan SEM cenderung menargetkan iklan pada lokasi, usia, maupun perangkan si audience. Nah jadi pilih yang mana? Mau yang gratis dan efektif? Pakai SEO. Mau yang Praktis tapi pasti? Ya pakai SEM. Mau pakai dua-duanya? juga bisa bos. Yukk cek selengkapnya di Website VS Marketplace: Pilihan atau Sinergi?.

Leluasa Melakukan Branding

Mengkomunikasikan apa yang ingin kita sampaikan kepada pelanggan yaitu dengan cara imaging. Atau suatu penggambaran visual. Nah kali ini keuntungan kalian jika memiliki website kalian dapat sepuasnya melakukan branding. Atau pengembangan merek produk. Kuncinya adalan desain. Komunikasi desain visual merupakan peranan penting bagi kalian yang ingin melakukan branding atau rebranding. Contohnya penerapan logo website, tema bisnis, desain katalog, keunikan rule bisnis dan lain-lain.

Tidak Bergantung Pihak Ke-3

Tidak bergantung dengan pihak ketiga yang dimaksud disni adalah dalam proses transaksi bisnis. Semua pemasukan dan pengeluaran adalah tanggung jawab kita. Dan keuntungan yang lain adalah minimnya biaya-biaya tambahan seperti administrasi pihak ketiga. Nah namun beda cerita jika pihak ketiga nya adalah penyedia layanan hosting dan domain. Tentunya kita memiliki ketergantungan terhadap mereka, hahaha... Poin sebelumnya bisa menjadikan sebuah alasan yang kuat kenapa kamu memilih website.

Beberapa Kekurangan Website:

Perlu Investasi Cukup Besar

Bisa dibayangkan butuh berapa budget untuk membangun sebuah webiste? Sebelumnya kami rincikan dulu nih kira-kira budget yang harus disiapkan jika kamu belum memiliki keterampilan pribadi. Berikut alokasi budget yang harus di siapkan:

  • Biaya Hosting & Domain (Wajib)
  • Biaya Web Development (Wajib)
  • Biaya Pemasaran Website (Opsi)
  • Biaya Branding /Design (Opsi)
  • Biaya Gaji Karyawan Web (Opsi)
  • Biaya Lain yg Belum Diprediksi

Nah kan buanyak banget hehehe... Kasih bocoran sedikit ya, contoh aja dana hosting dan domain sekitar 300rb s/d 700rb. Dan jika kamu belum bisa membuat website profesional, minimal kamu harus mempersiapkan dana 1,5 jt s/d 7,5 jt untuk develop website yang berkualitas dan profesional.

Perlu Kemandirian Pengelola

Tidak hanya buat akun dan upload produk. Kalian harus memiliki keterampilan khusus. Minimal keterampilan dasar pemula website. Apa saja yang harus kalian miliki untuk dapat mengelola website? Yukk simak sama-sama beberapa keterampilan yang harus kamu miliki:

  • Dasar-dasar Hosting & Domain
  • Pembuatan Web Tanpa Coding
  • Pengetahuan Web Maintenance
  • Keterampilan Troubleshooting
  • Mahir kelola Produk & Konten
  • Bisa Jualan Menggunakan Web

Nah beberapa persyaratan diatas harus bisa kalian lakukan secara mandiri. Itu baru dasar atau keterampilan pemula yah... Jika kalian mau memiliki keahlian khusus kalian juga bisa belajar lebih secara mandiri. Ataupun belajar dengan ahli nya secara kursus privat maupun kelompok.

Strategi Marketing Khusus

Website VS Marketplace: Pilihan atau Sinergi? Tentunya jika pilihan pasti kita hanya butuh memastikan satu jenis strategi promosi. Beda hal nya dengan sinergi, kita harus melakukan promosi secara bersamaan. Strategi pemsaran khusus website terbilang cukup spesal dimana anda bisa memainkan secara organik (gratis) dan anorganik (berbayar). Semua memiliki keuntungan. Dalam implementasinya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Resiko Platform yang Besar

Karena pengelolaan menjadi tanggung jawab pribadi. Kinerja ekstrapun harus bisa di lalui. Resiko besar pasti ada, trouble pasti dimana-mana. Kalian harus bisa troubleshoot semua permasalahan ini. Tanpa bantuan pihak ke-3 maupun dengan bantuan pihak ke-3. Sungguh sangat berat, namun resiko besar ini berbanding lurus dengan hasil dari proses apa yang telah kita lakukan. Mungkin untuk orang awam tentunya lebih memilih marketplace. Namun bagi yang sudah terbiasa dengan ini pasti memilih website.

Pembuatan Konten Kontinue

Pembuatan konten harus kontinue, mengapa demikian? Karena Google atau mesin pencari akan memastikan kredibilitas website tersebut dari keaktifan nya. Jadi mulailah dari sekarang kalian harus bisa mengatur dan mengelola website pribadi/bisnis. Sebenarnya tidak jauh berbeda sih dengan mengelola marketplace, disana kita juga harus rajin memantau notifikasi jual beli. Jangan sampai konsumen merasa kecewa atas layanan yang kurang maksimal dari kita akibat ketidak disiplinan dalam mengelola sebuah bisnis.

Riset Google trend Website VS Marketplace

Website VS Marketplace: Kesimpulan 1Kedua platform ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bagaimana menggabungkan kedua platform tersebut? Selama saling mendukung, kalian dapat membangun website sambil terus menjual produk melalui marketplace. Selain itu, marketplace tidak pernah melarang seseorang yang sudah memiliki sebuah website untuk bergabung. Salah satu strategi yang dapat kalian terapkan. Adalah dengan menggunakan marketplace untuk menjangkau segmen lebih luas lagi.

Website VS Marketplace: Kesimpulan 2Kalian juga harus memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing pilihan, bukan? Namun, dari semua perbandingan yang telah disebutkan. Membangun website Anda sendiri tetap rekomendasi terbaik. Pasalnya, membangun website itu sangat menguntungkan. Selain itu, semua hambatan untuk membangun sebuah website. Dapat diatasi dengan meningkatkan pengetahuan Anda. Untungnya, telah banyak panduan sekaligus tutorial yang dapat kalian gunakan.

Rekomendasi Layanan Web Hosting dan Domain

Rekomendasi Pilihan Hosting IndonesiaTentu dalam memilih media website sebagai platform bisnis harus solutif. Disamping itu diluar kesimpulan pembahasan diatas. Website juga bisa lho kita kembangan menjadi marketplace.  Namun lebih kearah semi marketplace (Toko Online). Bedanya jika toko online disini hanya self-user bukan multi-user seperti marketplace. Membangun website kita perlu 2 syarat. Yaitu Hosting dan Domain. Disini Rumahweb memberikan domain murah dan hosting murah. Dengan layanan :

AKTIFASI INSTAN
SUPPORT 24 x 7
CLOUD POWERED
UPTIME S/D 99%
CPANEL Hosting dan Domain untuk Website dan Marketplace

Blogger Wajib Tahu, Perbedaan Hosting & Domain

Perbedaan Hosting dan Domain pada Website – Nah, setelah kalian memutuskan untuk menggunakan media website sebagai platform bisnis. Ketrampilan basic yang harus kalian kuasai adalah mengelola software CPANEL (tempat hosting, website & domain). Bagi kalian pemula blogger pasti bertanya-tanya. Apa itu hosting? apa itu domain? hosting diibaratkan sebagai rumah/toko bagi usaha kalian sedangkan domain merupakan alamat rumahnya.

Perbedaan Hosting dan Domain pada Website – Secara konkrit hosting merupakan media penyimpanan file-file website yang biasanya kita akses. Seperti file gambar, file video, file script website, dll. Maka dari itu jika kita membuat web programing terdapat istilah localhost. Istilah tersebut digunakan untuk menyimpan file website sementara, sebelum kita pindahkan di CPANEL/hosting secara online. Lokasi localhost berada di folder komputer kita (harddisk). 

Perbedaan Nama Domain Dengan Ekstensi Domain pada Website vs Marketplace

Nama Domain dengan Ekstensi Domain Itu Berbeda

Perbedaan Nama Domain Dengan Ekstensi Domain – Langkah selanjutnya ketika kalian akan memesan domain ke situs layanan Rumahweb. Satu hal yang harus kalian pastikan. Yaitu nama domain dan ekstensi domain. Sedikit ane mau jelasin, mulai dari ekstensi domain dulu nih. Istilah ekstensi domain jarang kalian dengar namun sering kalian perdebatkan dalam pembelian domain.

Contoh perdebatan yang sering terjadi: mana domain yang lebih bagus? .com kah? atau .co.id? atau bahkan .xyz? Nah dari semua itu yang telah disebutkan merupakan nama-nama ekstensi domain. Mungkin kalian bisa mencari tahu lebih banyak lagi seputar kepanjangan dari singkatan tersebut. Sampai kegunaan dan manfaat masing-masing dari ekstensi domain tersebut di luar artikel ini.

Kemudian kalian bisa atur strategi bisnis kalian dalam menentukan nama domain. Ada dua tipe orang dalam menentukan nama domain. Tipe pertama, menggunakan kata kunci/keyword bisnis yang sering digunakan dalam pencarian google. Contoh: jasainterior, sewamobiljogja, layananhosting. Tipe kedua, menggunakan nama branding atau kata unik.   Contoh: rumahweb, karyatechno, jogjakreatif.

Profile Instagram Web Developer

Mengenal Daris Sebagai Web Developer Jogja

Jasa Pembuatan Website Yogyakarta – Sebenernya ane mau nyantumin sekaligus tutorial instalasi website dan domain. Namun apa boleh buat ane ngerasa tulisan ini udah tumpah-tumpah sob. heheh… Mungkin dilain tulisan akan ane bahas mengenai masing-masing tutorial secara terperinci dan detail. Sekaligus materi gretongan yang bisa kalian pelajari mengenai website. Oh iya ane belum memperkenalkan diri awowowkwk. Ada pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang, mau kenalan takut digampar pacar :v hahaha.

Ok gini aja, daripada kalian kepo materi pembahasan selanjutnya. Atau jika kalian ingin membangun sebuah web namun minim ketrampilan. Serahkan saja ke ahlinya! Saya pribadi menawarkan diri untuk membuka jasa pembuatan website. Udah deh ga perlu repot mikirin setingan ini itu. Kalian tinggal beli domain dan hosting di Rumahweb. Selepas itu tinggal tunggu jadi aja. Biar ane yang buatin website kalian. Saya Muhammad Daris Arifin, Jika ada kata kurang berkenan pada tulisan ini saya mohon maaf.

"Platform ideal adalah yang mampu memberikan solusi terhadap rule bisnisnya masing-masing"

Daris Web Developer